Pengertian Xenocentrism Menurut Para Ahli

Xenosentrisme adalah kebalikan dari etnosentrisme. Kalau dalam ernosentrisme orang menilai tinggi kebudayaan sendiri, maka dalam xenosentrisme orang menilai tinggi kebudayaan asing dan menilai rendah kebudayaan sendiri. Xenosentrisme lahir dari sikap inferior dan rasa kurang percaya diri. Di dalam xenosentrisme ini, orang merasa bangga kalau dia menggunakan produk – produk asing.
Perkembangan Xenocentrism
Masyarakat konsumen mengkonsumsi suatu produk bukan lagi karena nilai gunannya akan tetapi kerena makna tanda dan simbol. Senada dengan apa yang kemukakan oleh Baudrillard, yang dikonsumsi bukan lagi use atau exchangevalue, melainkan “symbolic value”, maksudnya orang tidak lagi mengkonsumsi objek berdasarkan karena kegunaan atau nilai tukarnya, melainkan karena nilai simbolis yang sifatnya abstrak dan terkonstruksi.
Pengertian Xenocentrism
Consumer xenocentrism menurut Mueller and Broderic adalah suatu orientasi di mana seseorang lebih menyukai produk dari negara lain ketimbang dari negeri sendiri dan menganggap produk dari negara lain lebih baik ketimbang produk dari negeri sendiri). Berdasarkan teori-teori consumer xenocentrism yang ada .
Indikator Xenocentrism
- ketika dihadapkan pada produk buatan dalam negeri dan produk buatan asing, lebih memilih membeli produk buatan asing;
- merasa bangga menggunakan produk buatan asing dibandingkan produk buatan dalam negeri;
- dibandingkan dengan Indonesia, masih banyak negara lain yang saya ingin beli produknya;
- merasa lebih baik ketika memiliki produk yang sebagian besar buatan asing dibandingkan buatan dalam negeri.
0 Response to "Pengertian Xenocentrism Menurut Para Ahli"
Post a Comment