Pengertian Gerakan Sosial Baru

Gerakan Sosial Baru essensialnya merupakan perkembangan dari teori Gerakan Sosial sebelumnya. Teori ini berbasis di Eropa Barat. Sebagaimana Laclau dan Mouffe menganggap Gerakan Sosial Baru sebagai modal sebagai pencarian alternatif atas “kemandekan” atau “kemacetan” dari pendekatan Marxist.
Pengertian Gerakan Sosial Baru
Dalam Gerakan Sosial Baru, terdapat slogan yang berbunyi “There are many Alternative” (ada banyak alternative). Gerakan Sosial Baru mulai muncul dan berkembang sejak pertengahan tahun 1960an. Gerakan Sosial Baru hadir sebagai alternatif lain dari prinsip-prinsip, strategi, aksi ataupun pilihan ideologi dari pandanagn-pandangan teori Marxist tradisional yang lebih pada menekankan pada masalah perjuangan kelas. Gerakan Sosial Baru hadir sebagai pembaharuan gerakan politik kelas. Perbedaan yang mendasar adalah dalam hal tujuan, ideologi, strategi, taktik, dan part isipan. Gerakan Sosial (lama) cenderung kental dengan dimensi kelas (Marxian) yang terbagi dalam dikotomi kelas borjuis dan proletar; Bergerak pada seputar masalah ekonomi / re-distribusi ekonomi yang erat kaitannya dengan masa-masa dimana dinamika perekonomian negara negara Barat memasuki periode industrial serta kental dengan tujuannya untuk mengubah sistem (menggulingkan kekuasaan) secara radikal / revolusioner.
Claus Offe mengatakan bahwa Gerakan sosial Baru dilihat sebagai institusi masyarakat sipil yang dipolitisasi, dan karenannya mendefenisikan ulang batas-batas politik institusional, Alberto Melluci memandang Gerakan Sosial Baru sebagai cara baru memahami dunia dan menetang aturan kultural dominasi berdasarkan alasan simbolik; juga sebagai panciptaan identitas baru yang berisikan tuntutan yang tidak bisa dinegosiasikan, seperti yang diungkapan oleh Jean.L.Coehan sedangkan Ulrich Beck menyatakan Gerakan Sosial Baru sebagai artikulasi sosial baru yang mengkristalisasikan pengalaman dan persoalan baru yang dialami dan dihadapi bersama, sebagai akibat dari disintegrasi umum pengalaman berbasis ekonomi.
Penekanan yang penting adalah bahwa gerakan sosial baru menjadi alternaatif dalam memunculkan makna baru dengan role model mengikuti perkembangan zaman yang dibarengi pesatnya laju IPTEK. Gerakan Sosial diletakkan kedalam dua Perspektif. sebagai ekspresi rasionalisasi komunikasional, Gerakan Sosial Baru mempertanyakan Validasi pola kehidupan dunia yang sudah ada, seperti norma dan legitimasi, dan kemudian memperluas ruang publik. Pada saat yang sama, sebagai Gerakan Defensive, Gerakan Sosial Baru menentang gangguan patologis terhadap kehidupan dunia, yang dikolonialisasikan berdasarkan mekanisme politik dan ekonomi yang sistematik.
Paradigma Gerakan Sosial Baru
Paradigma Gerakan Sosial baru bertumpu pada dua klaim utama yaitu: pertama, Gerakan Sosial Baru merupakan produk peralihan dari perekonomian industrial menuju post-industrial. Kedua, Gerakan Sosial Baru bersifat unik dan berbeda dengan Gerakan Sosial di era industrial. Jika Gerakan Tradisional biasanya lebih menekankan pada tujuan ekonomis-material sebagaimana Gerakan Buruh, sedangkan Gerakan Sosial Baru cenderung menghindari tujuan tersebut yang menetapkan tujuan yang bersifat non ekonomis-material.
Offe menyatakan bahwa aktor atau partisipan dari Gerakan Sosial Baru berasal dari tiga sektor utama, yaitu :
- Kelas Menengah Baru
- Unsur-unsur kelas menengah lama (petani, pemilik toko dan penghasil karya seni), dan
- Orang-orang yang menempati posisi pinggiran yang tidak terlalu terlibat dalam pasar kerja, seperti mahasiswa, ibu rumah tangga, dan para pensiunan.
0 Response to "Pengertian Gerakan Sosial Baru"
Post a Comment