Jenis dan Motif Pariwisata

Woman with map walking with friends on street Free Photo

Berbagai upaya dilakukan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan yang sifatnya hiburan, salah satunya adalah dengan berwisata. Beragamnya waktu luang yang dimiliki oleh setiap orang menyebabkan perkembangan pariwisata berjalan secara dinamis terutama dalam hal frekuensi berkunjung.

Jenis-Jenis Wisata

Terdapat beberapa jenis wisata yang dapat dialakukan oleh masyarakat, diantaranya yaitu sebagai berikut :
1. Wisata Olahraga
Wisata Olahraga adalah pariwisata dimana para wisatawan mengadakan kunjungan untuk kegiatan berolahraga. Olahraga memiliki berbagai macam organisasi, baik organisasi yang bersifat nasional maupun internasional. Dan di dalam olahraga terdapat dua pembedaan, yaitu pertandingan olahraga dan olahraga sebagai kegiatan olahraga. Banyak pertandingan internasional yang menarik pengunjung dalam jumlah yang besar akan tetapi yang dimaksud menjadi wisatawan olahraga adalah mereka yang berolahraga bukan mereka yang menyaksikan kegiatan olahraga. Contoh: Olahraga paralayang. Olahraga paralayang yang bertempat di Wana Wisata Gunung Banyak, Kota Batu ini dikunjungi wisatawan berkisar 100 hingga 200 orang setiap hari, dan mengalami peningkatan pada akhir pekan berkisar 800 wisatawan per hari.
2. Wisata Bisnis
Wisata Bisnis adalah kegiatan wisata yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan bisnis yang dikerjakan. Ada kunjungan bisnis, pertemuan bisnis, ada pekan raya dagang yang perlu dikunjungi, semua peristiwa itu mengundang kedatangan orang-orang bisnis dengan demikian arus wisatawan bertambah besar pada saat kegiatan-kegiatan tersebut diselenggarakan. Contoh: International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA). Menurut data dari Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), IFRA tahun 2014 tercatat pengunjung mencapai lebih dari 14.000 orang, IFRA 2015 mencatat jumlah pengunjung 13.236 orang, dan dalam IFRA 2016 jumlah pengunjung 15.000 orang.
3. Wisata Konvensi
Wisata Konvensi adalah perjalanan wisata yang timbul karena mengadakan pertemuan untuk membicarakan berbagai macam permasalahan, seperti pelestarian hutan, pemberantasan penyakit atau sekedar pertemuan rutin para ahli. Contoh: Kunjungan untuk kegiatan penelitian di Kebun Raya Bogor. Menurut data yang diberikan oleh Pengawas Pelayanan Jasa dan Tiketing Kebun Raya Bogor, Upun Punijar. Pada hari Rabu 6 Juli 2016 jumlah pengunjung sebanyak 4.515 dan pada hari Kamis  jumlahnya meningkat menjadi 12.725, hari Jumat jumlah pengunjung sebanyak 11.945, pada hari Sabtu jumlah pengunjung meningkat drastis menjadi 23.533 pengunjung. 
4. Wisata Sosial
Wisata Sosial adalah kegiatan pariwisata yang perjalananya dilaksanakan dengan bantuan pihak-pihak tertentu yang diberikan secara sosial atau kegiatan wisata yang bertarif rendah. Bantuan sosial tersebut bisa berupa kendaraan, tempat penginapan seperti wisma peristirahatan, hotel remaja (youth hostel). Contoh: Berwisata ke Taman Balekambang Surakarta. Menurut Kepala UPTD Kawasan Wisata Taman Balekambang, Endang Sri Murniyati, mengatakan jumlah kunjungan pada hari biasa sekitar 3.000 pengunjung per hari. Sedangkan pada akhir pekan meningkat mencapai 5.000 pengunjung.

Motif Berpariwisata

Pada hakikatnya motif orang untuk mengadakan perjalanan wisata itu tidak terbatas dan tidak dapat dibatasi. Di Indonesia sendiri ada salah satu kebiasaan untuk menentukan perjalanan wisata berdasarkan modal atraksi wisata misalnya seperti wisata alam, wisata bahari, wana wisata, dll yang berdasarkan atas modal alam, laut, hutan, dan sebagainya. Dan hubungannya seperti modal laut dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata rekreasi, olahraga, dan lain sebagainya. Dibawah ini diklasifikasikan sejumlah subkelas motif wisata yaitu ;

1. Motif Bersenang-Senang atau Tamasya 

Motif bersenang-senang adalah motif yang melahirkan tipe wisata tamasya (pleasure tourism). Wisatawan tipe ini ingin mengumpulkan pengalaman sebanyak-banyaknya, mendengarkan dan menikmati apa saja yang menarik perhatian . Wisatawan tamasya berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat lain dengan menikmati pemandangan alam, adat kebiasaan setempat, pesta rakyat. Dan intinya wisatawan tamasya itu ingin memanfaatkan waktu luang guna mengganti pemandangan atau wisatawan tamasya berpindah-pindah tempat.

2. Motif Rekreasi 

Motif rekreasi merupakan tipe wisata rekreasi (recreation tourism). Rekreasi ialah kegiatan yang menyenangkan guna untuk memulihkan kesegaran jasmani dan rohani manusia. Kegiatan-kegiatannya dapat berupa olahraga (tenis, berkuda, mendaki gunug,dll) ataupun mengerjakan hobi juga dapat diisi dengan perjalanan tamasya singkat untuk menikmati  keadaan sekitar tempat menginap (sightseeing). Dan bagi  negara-negara industri maju motif rekreasi ini sangat penting. Tipe wisatawan rekreasi  itu biasanya menghabiskan waktunya di satu tempat saja. 

3. Motif Kebudayaan 

Motif kebudayaan merupakan tipe wisata kebudayaan (culture tourism) dimana orang tidak hanya sekedar mengunjungi  suatu tempat untuk menyaksikan akan tetapi lebih dari itu dimana orang itu datang untuk mempelajari sesuatu bahkan mengadakan penelitian tentang keadaan setempat. Biasanya para seniman sering mengadakan perjalanan wisata untuk memperkaya diri, menambah pengalaman dan mempertajam kemampuan penghayatannya. Dalam wisata budaya itujuga termasuk kunjungan wisatawan  ke berbagai peristiwa khusus (special events) seperti upacara keagamaan, pertunjukan rombongan kesenian yang terkenal, dan sebagainya. 


4. Motif Spiritual 

Motif spiritual atau wisata spiritual (spiritual tourism) merupakan salah satu tipe wisata yang tertua. Sebelum orang mengadakan perjalanan untuk rekreasi, bisnis, olahraga, dll orang sudah mengadakan perjalanan untuk berziarah atau untuk keperluan keagamaan lain. Jika di Indonesia merupakan tipe wisata spiritual yang penting, biasanya seperti hari-hari besar nasional salah satu caranya yaitu berziarah ke makam pahlawan.  Kalau orang Islam biasanya berziarah ke makam para sunan wali songo atau ke kyai-kyai yang namanya terkenal. Jika diluar negeri tempat-tempat berziarahnya yaitu Palestina, Roma, Mekah,Madinah merupakan tempat wisata yang utama untuk dikunjungi. Orang naikhajipun adalah wisatawan.  Seperti bulan Syaban oleh orang Jawa dianggap sebagai bulan para arwah (disebut bulan ruwah) yang secara khusus disediakan untuk berziarah kemakam leluhur. 


5. Motif Interpersonal 

Maksud dari motif interpersonal dimana orang dapat mengadakan perjalanan untuk bertemu dengan orang lain. Orang dapat tertarik oleh orang lain untuk mengadakan perjalanan wisata atau dalam kepariwisataan istilahnya adalah atraksi wisata. Pada umumnya orang yang menarik kedatangan orang lain ialah orang-orang yang istimewa karena kedudukannya, pengaruhnya, keseniannya, prestasinya disuatu bidang dll. Seperti jika ada suatu panggung atau pertunjukkan dimana akan menampilkan artis yang terkenalmakabanyak warga masyarakat berbondong-bondong dating untuk menyaksikan acara tesebut. 

6. Motif Kesehatan 

Wisata kesehatan merupakan tipe wisata yang juga penting sekali. Dahulu selalu ada kegiatan yang berhubungan dengan pariwisata di tempat-tempat sumber air mineral (spa) yang dianggap memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit. Namun sekarang sudah lain ceritanya kebanyakan orang Indonesia sering berobat ke Singapura, Jepang, Amerika dll. Perjalanan pasien-pasien itu adalah wisata kesehatan. Sementara itu spa kini telah tumbuh menjadi pusat kebugaran jasmani yang diselaraskan secara ekologis dengan alam yang sehat. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Jenis dan Motif Pariwisata"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

google.com, pub-6696820318277365, DIRECT, f08c47fec0942fa0